29 June 2013

enjoy the Situ Gunung Lake and Sawer Waterfall



Kamping ceria situ gunung 20-21 April 13
Sabtu sore sekitar pukul 15.00 WIB telfonku berdering karena ada message yang masuk, ku baca ternyata sms dari bowo. Ku baca ternyata kita jadi touring ke situ Gunung setelah kemaren seempat nge gantung. Karena si bowo yang masih kerja hari sabtunya tiba-tiba aja ngabarin dadakan kaya begini. Tapi ya udah lah, berangkatttt kita . . . . 
Karena waktu dikabarin lagi di rumah sakit nengokin istri temen yang habis melahirkan. Akhirnya sekitar jam 17.30 berangkat deh ke Jakarta dengan agak tergesah-gesah dan ngebut dikit he he he padahal janjian sama bowo berangkat jam setengah 7 sehabis manghrib. Dan sepertinya biasanya perjalanan dari bekasi ke Jakarta gak semulus yang dibayangkan. Sampe di pulo gadung udah kena macet panjang banget, gak nahan dah pokoknya. Butuh perjuangan ekstra untuk bisa mencapai titik temu sama Bowo dan Siska diLenteng Agung.Akhirnya jam 21.30 ketemu bowo ma siska di pertigaan lenteng agung. Dari situ kita menuju kerumah haries temennya bowo, jadi kita berangkat ke situ gunung berempat aku, Bowo, Siska, dan Haries pake 2 motor. Tapi sebelum ke rumah haries, kita cari spirtus dulu untuk bahan bakar kompor kita selama di situ gunung. Sebenernya cari spirtus itu menjadi tanggung jawabku, karena sebelumnya Bowo udah pesan kepada ku untuk bawa spirtus. Jadi gak enak ma mereka L, udah muter-muter dari lenteng agung sampe ke depok masuk bengkel satu per satu sepanjang jalan selain itu juga mampir ke toko outdoor bahkan apotik pun kita sambangi berharap ada yang jual spirtus tapi tetep aja hasilnya nihil. Ya udah dari pada ntar kemaleman kita putuskan untuk jemput haries di rumahnya. Jam 22.30 berangkat dari tempat haries, keluar dari komplek rumah haries kita sempatkan lagi mampir ke bengkel siapa tau ada yang jual. Dan ternyata bener aja, akhirnya kami pun bisa bernafas lega karena kami sudah mendapatkan apa yang kami cari. Setelah semua nya udah lengkap berangkat deh kita ke Sukabumi dengan semangat yang menggebu-gebu. Dari depok sampe bogor kita lalui dengan perjalanan santai, tapi setelah melewati jalan raya bogor-sukabumi kita langsung tancap gas. Aku berpikir treknya alus kayak dari depok ke bogor, tapi ternyata salah karena baru tancep gas aja motor udah ngehajar lubang membuat saya dan siska lumayan kaget. Tapi mau gimana lagi haries dengan motor gedenya langsung meninggalkan kami di belakang, jadi mau gak mau kami harus segera menyusul mereka. Segera saja langsung kutancap gas, tidak berapa lama kami sudah berada di belakang motor haries. Karena kita jalan malem jadi kondisi jalan lumayan sepi, tapi meskipun sepi kami harus tetap waspada karena kami harus menghindari lubang selain itu kami juga BLANK tentang kontur jalan dari bogor ke Sukabumi. Ternyata jalanan dari bogor ke sukabumi parah, banyak lubang, dan aspalnya udah pada ngelupas. Tapi itu tak mengurangi semangat kami untuk melanjutkan perjalanan. Sekitar jam 01.30 pagi sampailah kita di pertigaan Cisaat, disitu kami menyempatkan diri untuk mengisi perut terlebih dahulu. Kita makan di warung nasi uduk,maklum sebelum berangkat perut kita belum diisi. Setelah makan dan beristirahat sebentar, kami kembali melanjutkan perjalanan. Menurut info yang kami dapat dari si Bapak tukang nasi uduk perjalanan dari cisaat ke situ Gunung sekitar 30 menit lagi. Sekitar jam 02.30 pagi sampailah di situ gunung park, parkir motor, jalan sebentar ke camping ground situ gunung. Kami langsung buka tenda, buat minum hangat dan tidak berapa lama langsung masuk tenda untuk beristirahat dan eksplor situ gunung esok paginya.
Sekitar jam 08.00 pagi aku bangun dan langsung buka logistik, nyalain kompor trus masak air buat bikin kopi dan mie instan untuk sarapan. aku gak sendiri untuk urusan memasak sarapan pagi itu, tak berapa lama siska terbangun dan membantu saya untuk meyiapkan sarapan.


Pagi hari dari dalam tenda

 Ditengah keasyikan kami memasak sambil mengobrol tiba-tiba ada petugas datang menyapa dan menghampiri kami. Ternyata si bapak petugas ini meminta uang registrasi untuk buka tenda di camping ground tersebut. Disitu kami kaget bukan maen, karena harga yang di berikan pada kami adalah harga per orang yaitu sekitar Rp 26.500 / orang nya. Namun kami tidak menerima mentah-mentah begitu saja karena bagi kami harga segitu terlalu mahal. Akhirnya setelah melewati proses negosiasi, kami hanya mendapat harga hanya untuk 2 orang saja sekitar Rp 53.000. Lumayan mahal kan hanya beberapa jam aja disitu. setelah sarapan sekitar jam 09.30 pagi kami packing untuk selanjutnya eksplor danau situ gunung. Setelah semua beres dan masuk semua kedalam tas carier, langsung kita menuju pelataran parkir. Namun sebelum meninggalkan camping ground area kami sempatkan untuk foto berempat untuk dokumentasi. [foto]
Dari pelataran parkir, kita panasi dulu motor kita masing-masing lalu tak berapa lama kita langsung berangkat menuju danau situ gunung. Butuh waktu sekitar 10 menit untuk menuju pelataran parkir danau situ gunung. Tak berapa lama kami berjalan keindahan danau situ gunung pun mulai terlihat. Betapa indah dan tenangnya danau ini, tepat berada di bawah kaki gunung Gede-Pangrango dan di apit oleh perbukitan yang berdiri dengan gagahnya menambah keindahan mata kita memandangi pemandangan di danau ini. Selain tenang dan sepi, kesejukan udara di danau ini membuat kami betah berlama-lama disini.


Danau Situ Gunung
Foto sana dan sini, bernarsis-narsis ria mencoba menikmati keindahan alam yang telah Tuhan ciptakan. sedang asyik menikmati keindahan danau situ gunung pandanganku berpaling pada souvenir-souvenir yang di jajakan di pinggir danau tersebut. Kuhampiri untuk sekedar melihat-lihat, lalu yang lain pun menyusul. Mulai kupilih satu-persatu kerajinan tangan yang dibuat oleh kang Gunawan, orang Jakarta asli yang menikahi gadis desa situ dan menetap disitu. Aku memilih ukiran dari kulit pohon damar yang sudah tua. Untuk selanjutnya ku ukir nama “Neng Azizah” ya begitu lah tulisannya.

Cuma Gaya
Kenapa harus neng Azizah???aku pun gak tau tiba-tiba refleks kepikiran sama gadis yang satu ini untuk diberikan kepadanya sebagai oleh-oleh J selain buat neng azizah aku juga membeli kerajinan masih dari kulit pohon damar namun berbentuk muka seorang suku pedalaman yang menurutku bentuk nya unik dan cocok untuk di pajang di dinding kamar. Masih mencoba untuk menawar pada kang Gunawan untuk mendapatkan harga yang pas untuk 2 item handycraft ini. Dapatlah kesepekatan harga yaitu Rp 25.000 untuk 2 item yang berbeda ini. Harga yang pas untuk sebuah handycraft seperti ini. Kemudian tak lama pesanan ku pun segera dikerjakan oleh kang Gunawan. Tak butuh waktu lama untuk kang Gunawan mengukir nama yang sudah aku pesan. Sekitar 15 menit ukiran nama dari kulit pohon Damar pun selesai. Lama kami mengobrol dengan kang Gunawan, sharing tentang pengalaman hidupnya dan awal mula ia menekuni pekerjaan ini. Setelah berbicara panjang lebar kesana-kemari kami memutuskan untuk kembali ke pelataran parkir utama namun sebelumnya kita semua pergi kami sempatkan dulu untuk berfoto dengan kang Gunawan. 

Bersama kang Gunawan
Ki-ka : kang Gunawan, Siska, saya, Bowo, dan Harries

Setelah itu kami menuju pelataran parkir, di perjalanan kami menemui ular kecil ga tau ular apa namanya dan spontan si Bowo langsung mencoba untuk menangkap ular tersebut bersama dengan haries. Karena aku gak mau jadi korban keisengan dari mereka berdua, aku pun jalan duluan menuju pelataran parkir bersama dengan siska yang juga takut dengan ular. Sekitar jam12.30 siang kami balik lagi ke parkiran utama untuk menuju ke curug sawer. Baru berjalan sekitar 5 menit cuaca mulai tidak bersahabat, gerimis kecil dan lama-lama hujan deras pun turun membasahi kami berempat. Kami memutuskan untuk balik lagi, karena bila di lanjutkan tidak memungkinkan. Jarak tempuh menuju curug sawer sekitar 1 jam. Kami pun berteduh di warung yang ada di pelataran parkir, pesen teh anget untuk menghangatkan badan yang basah akibat kehujanan. Sambil menunggu hujan reda kami kembali melihat foto-foto kami sambil makan cemilan yang kami bawa. Setelah hujan reda, kami memutuskan untuk pulang. Namun tak begitu lama dari gerbang situ gunung bowo berhenti sebentar untuk mengajak kami ke curug sawer namun lewat jalur berbeda. Aku hanya mengiyakan ajakan tersebut, rugi juga donk jauh-jauh dari jakarta Cuma eksplor danau situ gunung. Tak berapa lama sampai lah kita di parkiran nya, namun ternyata bowo mengajak kami untuk mengendarai sepeda motor untuk menuju ke lokasi curug sawer meskipun tarifnya agak sedikit mahal dibandingkan kita memarkirkan motor kita lalu jalan kaki ke lokasi.
Ternyata oh ternyata treknya lumayan ekstrim juga, jalan setapak yang kontur jalannya masih berupa tanah dan dipinggirnya merupakan jurang serta jalannya juga licin karena abis diguyur hujan. Harus ekstra hati-hati untuk melewati trek ini. Tapi kami coba menikmati moment-moment ini, namun tidak dengan siska yang kelihatan dari mimik mukanya yang ketakutan he he he.
Sekitar setengah jam kami sampai pada ujung jalan yang sudah tak bisa dilewati dengan motor, jadi kami harus berjalan kaki untuk menuju curug sawer. Tak berapa lama kami berjalan mulai terdengar suara gemuruh air terjun tersebut. Sampailah kita di curug sawer, karena hari itu habis hujan jadi debit air nya deras sekali. Tak berapa lama kami mencoba untuk menikmati keindahan ini,lepas baju dan celana panjang hanya meyisakan celana kolor saja he he he.

Jembatan bambu sebelum curug sawer

Curug Sawer
Yang tadinya semangat jadi mulai ragu ketika kita mendekatkan diri kita ke kolam yang ada di air terjun karena hawa dinginnya menusuk tulang kami. Tapi aku sendiri mencoba untuk memberanikan diri untuk sekedar merasakan airnya. Hanya menyelam sekali untuk membasahi badan, setelah itu ya udah balik lagi ke tempat semula, gak tahan nahan dinginnya brrrr . . .
Tapi mendingan lah udah berani nyebur dari pada bowo dan haries yang cuma nampangin badan yang gak sixpack trus jadi modelnya deh deket air terjun ha ha ha. Begitu juga dengan siska, siska hanya menikmati nya dari kejauhan hanya menjadi juru foto kami doank.
Puas menikmati curug sawer kami pun bergegas pulang karena cuaca sudah mulai tidak bersahabat, petir saling bersahutan dan langit pun mulai gelap. Sebelum memulai kembali perjalanan ke parkiran utama, kami bersantap gorengan dulu untuk sekedar mengganjal perut. Baru deh kita jalan turun dengan jalur yang sama kita lewati tadi.

Trek ke Curug Sawer via Cinumpang.
Sampai di pelataran parkir utama jam 16.30, kami langsung tancap gas pulang ke jakarta. Namun sampe atas saya berhenti sebentar karena tadi saya melihat sesuatu yang unik dan membuat saya penasaran. Saya memutuskan kembali ke bawah untuk melihat-lihat, ternyata sesuatu yang unik itu adalah kerajinan tangan Tas yang bahannya adalah karung Goni. Sang pemilik biasa menyebutnya dengan sebutan tas Goni karena terbuat dari karung Goni.  Cukup lama saya dan siska melihat-lihat kerajinan yang di buat oleh pak Iwan, bentuk tas goni nya bermacam-macam mulai dari tas selempang dan tas gendong bahkan saya juga melihat rompi dari karung Goni. Ini merupakan karya seni yang patut di acungi jempol karena bahan yang di gunakan adalah limbah, mulai dari karung Goni dan accesories yang menghiasinya. Saking asyiknya memilih dan melihat karya pak Iwan, telfonku berdering karena bowo menelfonku mungkin khawatir juga mereka dengan kami. Akhirnya mereka kami suruh untuk kembali lagi ke pelataran parkir. Tak berapa lama bowo sudah sampai di tempat kami berada, kembali lagi aku meimilih mana yang akan aku beli. Karena disini semuanya membuatku tertarik. Akhirnya aku memilih satu, tas gendong yang di belakang nya di beri hiasan kain loreng seperti tentara. Pertama pak Iwan menawarkan harga nya kepada saya seharga Rp 150.000, seteah saya coba untuk menawar akhirnya mentok di harga Rp 75.000. dan perlu kalian ketahui ternyata pak Iwan ini sudah sering ikut acara pameran-pemeran untuk mempromosikan hasil karyanya. Biasanya dia mengikuti pameran di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar dan Jogja. Bahkan karyanya tersebut sudah menjadi ikon untuk kota Sukabumi. Setelah puas melihat-lihat, kami pamit pulang pada pak Iwan. 


Tas Goni
Di perjalanan pulang kami mampir di warung nasi prasmanan pinggir jalan untuk mengisi perut yang belum ketemu nasi seharian. Kami masuk, ambil piring, ambil nasi,dan ambil lauknya sendiri. Makan lah kami semua dengan lahapnya, entah karena emang laper atau emang menunya yang enak. Banyak sekali menu yang di tawarkan di warung nasi pinggir jalan ini, mulai dari jengkol, pete, tahu tempe, ayam, ati, ikan dan masih banyak menu lainnya. Setelah selesai makan kami bayar makanan kami. Saya kaget mendengar harga yang disebutkan oleh si ibu pemilik warung, masak nasi+pepes ikan mas Rp 30.000 aje gileeee. Bila di total semua makanan kami seharga Rp 97.000 dan dirata-rata per orang nya kena Rp 25.000 *udah di bulatkan.
Harga yang fantastis untuk sekelas warung nasi pinggir jalan, kaget bukan main tapi mau gimana lagi orang udah nyampe perut juga masak mau di keluarin lagi kan gak lucu. Kami bayar dengan mimik muka yang masih tidak percaya, tapi tak apa lah sebagai pengalaman juga. Tapi untuk kalian para backpacker menurut saya tempat ini tidak recomended untuk kalian. Mending makan di Restoran cepat saji sekalian dah kayak **fc kalo gak M***D. Yang udah jels kelihatan hargany berapa.
Sekitar habis maghrib kami melanjutkan perjalanan menuju kota Jakarta, sore itu gerimis jalan licin dan musti berhati-hati. Hingga tiba- tiba kami di salip oleh rombongan club motor, tak ingin meyia-nyiakan kesempatan kami pun berada di tengah-tengah mereka sehingga laju motor kami bisa dikatakan lancar. Mengapa demikian?karena jika club motor touring dia ada team pembuka jalan dan sweaper yang menjaga barisannya di posisi belakang. Kita tau lah gimana kalo club motor udah dijalanan. Cukup lama kami menjadi benalu di rombongan club motor ini hingga akhirnya kami terpisah karena rombongan club motor ini mampir untuk istirahat di SPBU.
Sampai lah kami di kota Bogor, waktu menunjukkan sekitar pukul 20.30 WIB.  Kami mampir sebentar ke SPBU untuk buang air kecil dan istirahat sebentar. Setelah itu kami melanjutkan kembali perjalanan. Sekitar jam 21.15 kita udah sampe di lenteng agung kediaman nya haries. Namun sebelum sampe di kediaman rumah haries ada cerita seru yang mewarnai perjalanan kami dari Bogor hingga Depok. Di jalan saya dan bowo kebetulan kami sang Ojekersnya kejar-kejaran dengan motor ber CC tinggi. Awalnya hanya bowo yang melakukan hal tersebut, namun saya di belakangnya harus tetap bisa di belakang Bowo alhasil kami bertiga pun saling salip-menyalip satu sama lain yang mengakibatkan boncengers nya Siska merasa parno dengan aksi yang kami lakukan. Demi keyamanan bersama aku pun memutuskan untuk tidak mengikuti cara main si Bowo yang naek motornya udah kayak setan. Karena kita juga awam dengan rute dari Bogor sampe Depok kami sempat kesasar sampai pada akhirnya menemukan rute yang sama yang kami lewati kemrin. Terpaut 10 menit kedatangan kami dengan kedatangan Bowo.
Sampai dirumah haries kita istirahat sejenak, ngopi sambil share foto yang ada di kamera nya haries.
Jam 22.00 kami balik dari tempat haries, aku mampir ke tempat sodaraku untuk sekedar numpang tidur sedangkan mereka berdua balik ke rumah masing-masing karena domisili mereka di Jakarta.
Paginya aku bangun dan kaget setelah melihat ternyata pelek belakang ku udah penyok L emang bener dah trek nya sukabumi bener-bener ancur dan banyak lobang. Tapi pada umumnya hal-hal seperti itulah yang menjadikan kenangan dalam setiap perjalanan. Kunikmati perjalanan itu dengan penuh suka cita dan kebersamaan dengan yang lain.
Selesai.

5 comments:

  1. Situ Gintung yg beberapa waktu lalu ambrol kan?

    Wah, kok mahal banget ya, makanannya.
    Tp lucu, ternyata ada patung di deket air terjun ya? Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahahah, itu mah di Tangerang, ini situ gunung, Sukabumi brohh :)
      itu kan patung selamat datangnya :-p

      Delete
  2. Replies
    1. iya ssa, Trip Dadakan dan gak ada persiapan sama sekali :)
      untungnya dapet banyak bonus disana, kata orang-orang danau ini adalah ranu kumbolonya Sukabumi. mungkin kalo cuacanya cerah bakalan OK kali fotonya :)

      Delete
  3. Untuk pintu masuknya ga ada batesan waktu ya? Bisa dateng jam brp aja?
    Jadi biaya ngecamp nya bisa nego?

    ReplyDelete

Feel free to ask, comment, or critic :)