29 June 2013

Goes to Gede Mountain




Pendakian aselole gunung Gede 26-28 April 2013

Puang kuliah jam 9 malem langsung aja bergegas  menuju terminal kampung rambutan. Perjalanan dari Cikarang ke Jakarta membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam di malam hari dengan estimasi jalanan yang sepi dan juga lancar tanpa ada macet. Sekitar jam 10.15 aku tiba di terminal kp. Rambutan, keparkirkan motor ku di pintu masuk terminal kp. Rambutan. Penjaga parkir udah tau pendaki yang ingin menitipkan motornya di kp Rambutan. Ketika sampai disana langsung ku parkirkan motor dan menitipkan helm, dan biasa dikenakan tarif Rp 20.000 dari mulai jumat malem sampai minggu malem. Selesai urusan parkirnya langsung aja menghubungi anak-anak yang lain, ternyata oh ternyata baru mas Bayu yang udah stand by di depan terminal. Sementara novi CS sedang makan sedangkan rozi CS baru tiba tak berapa lama setelah aku tiba disana.
setelah semuanya berkumpul dan selesai berkenalan satu sama lain, akhirnya kita berangkat ke Cibodas menggunakan bus Doa Ibu. Tarif dari terminal kp. Rambutan ke Cibodas biasanya Cuma Rp 15.000 dengan jarak tempuh yang memakan waktu kurang lebih 2 – 3 jam. 


Sleeping Time

Jam 11.30 kami berangkat dari terminal kp. Rambutan menuju Cibodas, sekitar jam 02.30 pagi kami tiba di pertigaan Cibodas. Sebelum kami naik ke atas, menuju ke atas kami sempatkan untuk membeli logistik yang belum lengkap seperti minyak, nugged, dan juga air minum. Setelah semua di rasa cukup dengan menggunakan angkot kami menuju pelataran parkir taman Cibodas. Untuk kemudian kami tiba di depan warung kang iddi dan singgah disana untuk rebahan sambil menunggu pagi. Untuk rebahan disana kita akan dikenakan biaya sebesar Rp 5000/malam/orang. Disana kami rebahan untuk istirahat dan juga repacking kembali barang bawaan kami. Akhirnya sekitar jam 5 pagi setelah selesai sarapan dan sholat subuh, kami berangkat untuk menuju pos registrasi dan selanjutnya trekking menuju pos kandang badak pos yang kami gunakan untuk mendirikan tenda.
Sebelum Perang :)

Sekitar setengah jam kami berjalan untuk menuju pos registrasi dari pelataran parkir taman cibodas. Sampai disana segera aku menyerahkan tiket masuk dan yang lainnya. Oh ya disini nanti kita akan ditanya tentang peralatan yang kita bawa, apabila membawa pisau dan gunting atau yang lainnya selagi itu benda tajam tidak boleh di bawa sampe keatas. Dan juga yang membawa sabun, sampo, dan odol bisa dititpkan di pos ini. Setelah selesai mengurus perijinan kami melanjutkan menuju pos pertama di pos Cibeureum, sampai disana kita bertemu dengan rombongan kang Denz yang berjumlah hingga 40 orang. Hmm, jumlah yang tidak sedikit. Sampe pos cibeureum ketemu rombongan kang denz. Istirahat sebentar disana sembari mengobrol dengan yang lain, disana juga ketemu sama kang Jo temen nanjak papandayan kemaren he he. Ternyata dunia tuh sempit yakk, tiap kali jalan pasti ketemunya itu lagi itu lagi bosen jadinya ha ha ha. Setelah selesai istirahat kami melanjutkan perjalanan trekking menuju Kandang badak.
Di perjalanan mbak nunu dan nurul kuadrat mulai terlihat drop. Sempat mereka merengek ingin turun lagi, dan selalu bertanya masih berapa lama lagi kita sampai disana. Maklum lah, mereka kan baru pertama ini hiking. Jadi aku dan yang lain mencoba untuk menyemangati mereka untuk tidak putus asa, sekaligus sedikit memberikan “harapan palsu”. 
Muka-muka Galau :-p

Lalu setibanya kita di pos air panas, kita mencoba untuk sejenak melepas lelah, sembari membuka camilan yang ada. Lumayan untuk tambah tenaga, di situ kami mencoba untuk membagi 2 tim 1 tim dibelakang menemani yang lain dan 1 tim lagi duluan untuk menuju kandang badak sekaligus nge take tempat untuk mendirikan tenda. Karena melihat kondisi yang lain sudah mulai kelelahan dan faktor jumlah pendaki yang tidak sedikit. Akhirnya tim yang duluan ke kandang badak yaitu saya dan mas Bayu. Segera kami berdua meninggalkan yang lain untuk menuju kandang badak. Awal perjalanan kami masih segar, tapi begitu tiba di kandang batu dan mulai naik ke atas badan terasa lemas. Kami lebih sering beristirahat, hingga pada akhirnya kami membuka logistik yang ada untuk makan siang. Baru kami masak mie, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Segera kami menyelamatkan carier dan mendirikan fysheet untuk berteduh dan juga masak. Setelah kami masak, tak disangka ternyata tim 2 yang tadi kami tinggal telah tiba di tempat kami memasak. Langsung saja kami buatkan air panas dan susu untuk mereka supaya bisa menghangatkan badan mereka. Selain itu kami juga membuat bihun sebagai santap siang kami. Hujan reda, kami packing kembali dan segera melanjutkan perjalanan. Ternyata pos kandang badak tidak terlalu jauh dari tempat kami beristirahat. Hanya 30 menit kami berjalan, akhirnya tiba lah kami di pos kandang badak. Ternyata disana sudah ramai dan penuh oleh tenda pendaki-pendaki yang telah tiba duluan disana. Segera kami mencari tempat yang cukup untuk mendirikan keempat tenda kami, kudirikan satu tenda untuk yang cewek ganti baju nya yang basah. Hingga tak berapa lama brando datang dan memberi tahu kami tempat yang pas untuk mendirikan tenda. Akhirnya berdasarkan rundingan bersama, kami memutuskan pindah ke tempat yang lebih aman dengan pertimbangan faktor tanah dan juga cuaca. Karena tempat yang kami dirikan tenda, tempatnya miring dan bila hujan tiba ditakutkan tempat tersebut menjadi aliran air. Semua yang laki-laki segera membawa tenda yang belum sempat didirikan, kami membawa tiga tenda dan yang perempuan stay ditenda untuk ganti pakaian. Selesai kami mendirikan tenda hujan pun turun dengan derasnya, akhirnya kami semua masuk dalam tenda masing-masing untuk berteduh. Lama kami menunggu hujan, hingga pada akhirnya mas bayu turun ke bawah dan membawakan kami nasi uduk. Lumayan lah untuk menambah energi. Kami pun segera menyusul yang lain ke bawah dan membawa semua perlengkapan yang ada di bawah termasuk bongkar tenda yang telah kami dirikan tadi. Akhirnya jam 6 sore kami pun selesai mendirikan tenda dan bersiap untuk masak-masak.
Ibu-Ibu PKK

Akhirnya malam itu kami habiskan untuk masak-masak ria dan juga berbincang dengan yang lain hingga pada akhirnya kami terlelap dalam tenda kami masing-masing. Sekitar jam 4 pagi kami bangun, ternyata masih hujan hingga kami pun melanjutkan kembali untuk tidur dan menunggu hujan reda. Hujan reda sekitar jam 7 pagi, semuanya keluar dari tenda dan masak sarapan pagi untuk persiapan summit. Setelah semuanya sarapan dan packing di 1 daypack yang berisi air dan makanan. Akhirnya mereka berangkat dan menyisakan aku untuk menjaga tenda. Tadinya mau ditinggal semua, tapi riskan juga akhirnya aku jadi volunteer untuk jaga tenda. Selagi mereka jaga tenda aku sendiri masak semua logistik yang ada supaya pas turun tidak terasa berat membawa kembali logisik yang ada. Pagi itu aku sendiri memasak nasi, mie, sayur yang kucampur dengan telor, dan juga sosis goreng. Pagi itu aku ternyata tidak sendiri, ada tupai dan juga seekor burung yang aku sendiri tidak tahu itu burung apa. Cuek aja, selagi kita tidak mengganggu pasti mereka juga tidak akan nge ganggu.
Mencoba untuk bereksplorasi dengan bahan-bahan yang ada he he. Supaya ketika mereka tiba semuanya sudah siap dan tinggal santap. Toh supaya tidak memakan waktu lagi ketika mereka datang harus masak lagi untuk santap siangnya. Selesai masak, kutinggal istirahat lagi ditemani musik dari handphoneku hingga akhirnya aku pun terbawa suasana pagi itu yang sejuk dan akhirnya terlelap. Sekitar jam 12 siang akhirnya mereka tiba di tenda istirahat, makan, dan juga sambil menceritakan kembali pengalaman mereka selama di puncak tadi. Selesai makan kita bongkar tenda dan packing ulang.



Hasil mereka muncak
Sekitar jam 14.50 akhirnya kami pun turun ke cibodas dan sebelumnya kami berdoa dulu untuk keselamatan kami dijalan. Untuk jalur turun ini kami tidak menemui masalah apa pun, mbak nunu dan nurul yang pas berangkat terlihat tidak bersemangat kini mereka turun dengan raut wajah yang gembira dan suka cita setelah terhipnotis oleh eksotisme puncak gunung gede. Dari kandang badak ke pos kandang batu kami lewati dengan lancar, hingga tiba di pos air panas kami harus mengantri untuk melewati pos ini. Dikarenakan banyaknya pandaki dan trek nya juga lumayan licin sehingga para pendaki harus berhati-hati untuk melewati air panas ini.
Akhirnya nongol juga
muka-muka ceria

Namun itu semua tidak menjadi kendala berarti buat kami, kami saat itu turun dengan penuh keceriaan. Karena sudah berhasil menaklukkan puncak gunung Gede kecuali aku sendiri he he he. Setelah pos air panas kami beristirahat sejenak hingga pada akhirnya kami kembali melanjutkan perjalanan. Di sana aku sempat bertemu pendaki termuda yang aku temui disana, sempat aku minta foto dengannya bersama ayahnya juga. Salut aku melihat kegigihannya untuk menuju puncak, yang ada diwajahnya hanya lah wajah keceriaan walaupun wajah ayahnya tak seceria anaknya ha ha. Ayahnya terlihat mengalami cedera di kakinya. Tapi aku salut dengan bapak dan anak ini. Aku pun masih belum terpikirkan untuk mengajak serta adikku terjun ke hobbi ku naik gunung ini.
Agak nge blur . . .

Sebelum sampai di pos cibeureum tiba-tiba kakinya yana terkilir hingga membuatnya terjatuh. Beruntung saat itu ada pendaki lain yang bisa memijat. Yana pun dipijat kakinya dan diolesi salep otot. Hingga sekitar pukul 18.00 kami tiba di pos cibeureum, dan beristirahat disana sekalian menunggu maghrib. Dan sekitar pukul 18.30 kami melanjutkan perjalanan kembali. Saat itu sudah banyak yang lelah dan drop. Hingga novi dan yana harus di dampingi. Dan saat itu aku berinisiatif membawakan daypack nya yana karena melihat kondisinya yang tidak memungkinkan turun dengan membwa beban yang berat. Akhirnya aku tinggal mereka di belakang, dan aku pun tiba dibasecamp sekitar pukul 20.00 disana sudah ada mbak nunu dan yang lain telah menunggu. Langsung kuturunkan carier dan daypack nya yana segera aku melapor ke pos TNGP hingga tak berapa lama yana dan yang lain telah tiba dan bergabung dengan kami. Ternyata semua peserta perempuan mempunyai problem yang sama dengan kaki mereka masing-masing. Yaitu kakinya lecet hingga jalannya pun seperti orang yang pincang ha ha ha. Istirahat kami disitu cukup lama untuk memulihkan tenaga dan tak disangka handphone nya rozi juga jatuh dan hilang ketika turun ke bawah. Tapi pada akhirnya kami pun segera turun ke pelataran parkir cibodas dan segera pulang mengingat waktu nya sudah larut malam.
Pengalaman yang mengesankan, semuanya tentang perjalanan ini, jatuh bangun, kehujanan, kedinginan, rasa lelah dan letih tidak sebanding dengan apa yang kita raih. Dari perjalanan ini kita belajar untuk membangun sebuah keluarga kecil, membangun kebersamaan yang terjalin selama perjalanan, dan tentunya juga bagaimana kita bisa mengontrol ego kita masing-masing.
Selesai.

No comments:

Post a Comment

Feel free to ask, comment, or critic :)